
DENPASAR – Suara dentuman musik menggema terdengar dari salah satu diskotik di kawasan Seminyak, Kuta, Bali, pada Sabtu (3/12) malam. Hentakan musik yang dimainkan disk jockey (DJ) dari diskotik Double Six ini memang sangat menarik minat untuk menjejakkan kaki ke sana.
Di sudut pojok diskotik yang cukup terkenal ini tampak sejumlah turis asing sedang berbincang-bincang sambil menikmati minuman. Sementara itu, di lantai dansa terlihat belasan orang asyik berdisko seolah tidak mau melewatkan alunan musik.
Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 Wita, Minggu (4/12). Namun, suasana di diskotik yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman) ini masih tampak sepi. Padahal, biasanya, diskotik Double Six selalu ramai dikunjungi kalangan wisatawan, apalagi pada malam Minggu.
Bahkan, biasanya pengunjung sampai berjubel hingga di pinggiran kolam renang diskotik. ”Sejak peristiwa peledakan bom 1 Oktober lalu, pengunjung yang datang jauh berkurang dibandingkan sebelum adanya bom,” ucap Wayan, pelayan diskotik Double Six.
Menurut dia, setiap malam Minggu tempat itu selalu dipadati pengunjung yang jumlahnya mencapai ratusan. Karena saking ramainya, untuk berdisko di hall saja pengunjung harus ”rela” saling berdesak-desakan. ”Ini memang sepi sekali,” tutur Wayan.
Suasana yang sama juga terlihat di tempat hiburan malam lain di kawasan Legian, Kuta. Sebut saja tempat yang bernama Apache. Apache yang selalu menyuguhkan live musik bernuansa reggae biasanya juga selalu dipenuhi turis asing maupun lokal, terutama pada malam Minggu. Tapi, pada Sabtu (3/12) malam hingga Minggu (4/12) dini,hari, tempat itu tampak sepi pengunjung. Diskotik Double Six maupun Apache paling banyak dikunjungi wisatawan asal Australia.
Secara umum, pada malam Minggu pekan lalu, suasana di kawasan obyek wisata Kuta terlihat cukup lengang. Jumlah turis asing relatif sedikit dibandingkan hari-hari sebelum tragedi bom 1 Oktober lalu.
Kondisi pariwisata Bali hingga saat ini memang belum sepenuhnya pulih pasca bom Bali II di Jimbaran dan Kuta yang menewaskan 23 orang. Jumlah kunjungan wisman ke Bali belum seramai sebelumnya. “Kondisi pariwisata belum sepenuhnya pulih. Hal ini ditandai dengan belum banyaknya wisman yang datang,” ujar Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, Sudibya.
Tewasnya Dr Azahari
Dia mengakui, akhir-akhir ini jumlah turis asing yang melakukan pembatalan kunjungan wisata ke Bali relatif lebih sedikit dibandingkan beberapa hari setelah 1 Oktober lalu. Para pelancong asing ini, menurutnya, sudah mulai berdatangan ke Bali.“Selain karena gencar melakukan promosi, tewasnya Dr Azahari juga berdampak positif terhadap kunjungan wisman ke Bali,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan SH, di sepanjang kawasan Legian sampai Seminyak, Kuta masih terlihat sepi. Tidak seperti biasanya, sebelum tragedi bom 1 Oktober, di kawasan ini selalu dipadati turis asing, terutama pada setiap akhir pekan.
Sejumlah tempat hiburan malam seperti bar, pub dan diskotik masih tampak sepi dari kunjungan wisman. Hanya ada beberapa diskotik yang tetap ramai didatangi wisman seperti di Double Six dan Peanut.
Wisatawan asing yang terlihat berlalu lalang di kawasan Kuta, sebagian besar memang sudah pernah berkali-kali berkunjung ke Bali, sehingga sudah paham betul suasana di Bali.
Catherine dan William, dua turis asal Australia, mengaku tidak khawatir dengan kondisi keamanan di Bali. Kedua turis asal negeri Kanguru ini sudah berkali-kali datang ke Bali. Bahkan keduanya menganggap Bali sebagai rumah kedua mereka setelah Australia. ”I love Bali,” kata Catherine singkat
Sementara itu, Asisten Public Relation Ramada Bintang Bali Tia Virlana menyebutkan, tingkat hunian di tempatnya bekerja kini sudah mulai mengalami peningkatan. Hotel yang memiliki sekitar 450 kamar itu, saat ini sudah sekitar 45 hingga 50 persen kamarnya terisi. Kendati demikian, tingkat hunian ini masih jauh lebih rendah jika dibandingkan tingkat hunian rata–rata sebelum tragedi 1 Oktober lalu.(*)
3/24/2009
I Love Bali
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment